Memutar Video Definisi Tinggi di Linux?

Trailer definisi tinggi FFVIIACC pada MPlayer

Trailer definisi tinggi FFVIIACC pada MPlayer

Beberapa hari lalu, Final Fantasy VII: Advent Children Complete telah dirilis. Tentunya anda sudah tahu bahwa film yang dikemas dalam Blu-ray ini merupakan video definisi tinggi (HD) dengan resolusi 1080p (1920×1080) dan bitrate sekitar 28Mbps. Bagi penggemar Final Fantasy seperti saya, film ini harus ditonton dengan kualitas tertinggi 😛 Pertanyaannya: Apakah video definisi tinggi bisa diputar dengan lancar dalam Linux (dalam kasus saya, Ubuntu)?

Secara hardware, beberapa kartu grafis keluaran Nvidia dan ATI sudah memiliki fitur untuk melakukan proses decoding definisi tinggi. PureVideoHD dari Nvidia dan Unified Video Decoder (UVD) dari ATI adalah teknologi yang memungkinkan untuk menonton film definisi tinggi di PC/laptop tanpa membebani CPU. Sayangnya, kedua teknologi tersebut hanya dapat digunakan pada sistem operasi Windows. Baru-baru ini, Nvidia mengumumkan bahwa sebagian fitur PureVideoHD juga dapat diakses pada Linux menggunakan VDPAU (Video Decoding and Presentation API for UNIX). Beberapa software pemutar video pada Linux juga mulai mendukung teknologi ini, seperti MPlayer dan (rencananya) VLC media player.

Karena saya berencana untuk menonton pada laptop berbasis Ubuntu, saya langsung memeriksa apakah kartu grafisnya mendukung teknologi tersebut. Kartu grafis pada laptop saya adalah Nvidia GeForce Go 7400, yang ternyata tidak didukung oleh VDPAU, karena fitur ini hanya tersedia pada GeForce seri 8xxx ke atas. 😦

Saya belum menyerah. Ketika mencoba memutar sebuah video definisi tinggi dengan MPlayer, saya juga membuka System Monitor (System | Administration | System Monitor). Ternyata proses pemutaran video ini hanya membebani salah satu core pada Intel Core 2 Duo laptop saya dan kecepatan putarnya (fps/frame per detik) tidak memuaskan.

Sampai 100%: Pemutaran video HD hanya membebani 1 core

Sampai 100%: Pemutaran video HD hanya membebani 1 core

Saya berpikir, jika mampu mengoptimalkan penggunaaan kedua core, saya mungkin bisa memutar video definisi tinggi dengan lebih lancar. Pada saat menggunakan Windows dulu, saya sempat mencoba codec CoreAVC untuk melakukan hal ini. Pada Linux, kita juga dapat memakai codec ini untuk menggunakan kedua core saat memutar video definisi tinggi. Kelemahannya dari cara ini adalah kita harus membeli codec ini, karena CoreAVC tidak gratis. Di samping itu, kita juga membutuhkan WINE untuk melakukan instalasi codec tersebut pada Linux -solusi yang kurang baik, menurut saya-.

Saya sendiri sudah mencoba memakai CoreAVC pada Ubuntu dan hasilnya cukup memuaskan. Kini video definisi tinggi bisa saya putar dengan cukup lancar (sekitar 98% dari fps aslinya). Tetapi saya hanya bisa menggunakannya selama 30 hari, karena saya hanya mengunduh CoreAVC versi trial. Bagi anda yang tertarik untuk mencobanya, silakan lihat artikel ini.

Saya sendiri berharap ada cara alternatif untuk menggunakan kartu grafis pada laptop saya untuk melakukan decoding video secara hardware. Ada beberapa solusi seperti Video Acceleration API (VA API) yang masih dalam pengembangan lebih lanjut dan X-video Bitrate Acceleration (XvBA) yang dikembangkan untuk kartu grafis ATI. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya untuk solusi memutar video definisi tinggi dengan lancar pada Linux. ^^

Iklan

Tentang animaster

A Nendoroid collector who likes to blog about Nendoroid and take photos of Nendoroid. Works as a freelance web programmer.
Pos ini dipublikasikan di Linux, Technology dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Memutar Video Definisi Tinggi di Linux?

  1. Ping balik: Putar Video Definisi Tinggi dengan NVIDIA VDPAU di Ubuntu 10.04 Lucid Lynx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s