Pengalaman Instalasi Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon Pada Laptop (bagian 1)

Setelah menunggu selama beberapa minggu, akhirnya Ubuntu 7.10 dengan nama sandi Gutsy Gibbon dirilis pada hari Kamis, 18 Oktober 2007. Seminggu sebelum perilisan Gutsy, saya sudah melakukan pemesanan CD lewat ShipIt. CD yang saya pesan itu sudah disetujui oleh Canonical dan telah dikirim pada tanggal 16 Oktober lalu dengan masa pengiriman antara 2 – 4 minggu.

Penasaran dengan fitur baru yang terdapat pada Gutsy (terutama Compiz Fusion-nya yang telah terintegrasi ^^), saya langsung mengunduh arsip image CD versi Desktop-nya, baik yang i386 (32-bit) maupun AMD64 (64-bit) di kampus saya. Proses pengunduhan ini sendiri tidak berjalan dengan lancar. Pada awalnya, saya mengunduh dari tempat unduh resminya, yaitu di http://releases.ubuntu.com, tetapi ternyata server tersebut cukup “sibuk” dalam melayani permintaan unduh dari klien yang lain. Akhirnya saya mencoba menggunakan server mirror lokal, yaitu http://kambing.ui.edu, dan ternyata saya mendapatkan kecepatan unduh yang cukup bagus dari server tersebut.

Selesai dengan proses pengunduhan, saya langsung membakar arsip image tersebut ke dalam CD menggunakan laptop VAIO VGN-SZ430N yang baru saya beli 3 minggu sebelumnya ^^. Proses bakar selesai, saya lalu melakukan restart.

Pada layar awal setelah booting dari CD, saya terlebih dahulu memilih menu “Check CD Content” (atau menu semacam itulah … saya lupa ^^;). Proses pengecekan integritas CD ini penting untuk menghindari kegagalan pada instalasi Ubuntu nantinya. Setelah menunggu selama kurang lebih 7 menit, Ubuntu memberitahukan bahwa CD yang saya gunakan sudah cukup baik. Setelah itu, Ubuntu meminta untuk melakukan restart.

Setelah restart, saya memilih menu “Start Live CD” pada menu booting dari CD ini. Setelah masuk ke dalam tampilan Live CD-nya, saya langsung mengklik 2 kali pada icon “Install”. Sama seperti Feisty, pertama kali saya harus menentukan lokasi saya terlebih dahulu untuk menyesuaikan zona waktu. Saya pilih “Jakarta”. Pada layar berikutnya (pemilihan model keyboard), saya langsung mengklik “Next”.

Pada layar dialog tentang Partisi, saya pilih “Manual”, karena saya sudah mengalokasikan sebuah partisi kosong (30 GB) untuk Ubuntu 7.10 ini. Saya klik pada “free space”, lalu saya klik “New Partition”. Saya pilih “Logical”, lalu saya ganti “ext3” menjadi “swap”, karena saya berencana untuk membuat partisi “swap” terlebih dahulu. Untuk ukuran partisi, saya memasukkan “2048” (2 GB).
Selesai dengan partisi swap, saya membuat partisi baru pada partisi yang tersisa. Saya pilih “Primary” (agar bisa di-booting) dan “ext3”. Untuk Mount Point, saya masukkan “/” (tanda garis miring) sebagai penanda bahwa partisi tersebut adalah yang partisi “root” (utama).

Setelah itu saya klik “Next”, dan masuk ke layar dialog migrasi yang menampilkan seluruh akun saya pada Windows XP. Saya memutuskan untuk tidak mengimpor apapun dari akun saya tersebut, jadi saya langsung mengklik “Next”. Pada layar berikutnya, saya memasukkan Username dan Password saya, lalu saya klik “Next”. Setelah layar konfirmasi instalasi tampil, saya klik “Next” lagi. Proses instalasi dimulai ^^.

Pada saat progress bar mencapai angka 85%, sebuah pesan kesalahan muncul. Isinya kira-kira adalah: “Tidak dapat melakukan update keamanan”. Saya menduga pesan kesalahan ini ditampilkan karena Ubuntu tidak dapat melakukan update karena tidak ada koneksi internet. Setelah saya mengklik “OK”, proses instalasi dilanjutkan.

Setelah proses instalasi selesai, Ubuntu menanyakan apakah kita ingin langsung melakukan restart atau tetap menggunakan Live CD untuk saat ini. Saya pilih “Restart”. Setelah itu, Ubuntu meminta untuk mengeluarkan CD, agar nantinya sistem tidak melakukan booting dari CD lagi.

Sistem lalu menampilkan layar pemilihan sistem operasi dengan GRUB. Di situ juga tampil sistem operasi Windows XP yang telah terinstalasi sebelumnya. Saya langsung memilih pilihan pertama. Kesan pertama setelah Ubuntu berhasil di-booting adalah …. Brightness dan Constrast yang ditampilkan Ubuntu tinggi sekali. Resolusi layar yang ditampilkan pun tidak widescreen. Bagaimana solusinya? –bersambung ke bagian 2–

Iklan

Tentang animaster

A Nendoroid collector who likes to blog about Nendoroid and take photos of Nendoroid. Works as a freelance web programmer.
Pos ini dipublikasikan di Linux dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s